Alasan Kenapa Kamu Harus Mencoba Diet Flexitarian

admin in Uncategorized

Keputusan untuk berubah haluan menjadi salah seorang vegetarian mungkin tidak semudah yang kita bayankan. Untungnya, selalu ada cara yang mudah untuk mengawali hidup yang lebih sehat. Diet flexitarian bisa dijadikan solusi untuk mulai perlahan beralih dari pola makan serba daging dan berlemak menjadi sayur dan buah-buahan segar.

Seperti apa sih diet flexitarian itu? Apakah aman untuk dilakukan? Jangan khawatir, metode ini sangat aman. Simak penjelasannya berikut ini

Apa sih diet flexitarian? Tentunya diet yang menjadikan kita seorang vegetarian yang lebih sehat lebih sehat. Arti dari “flexitarian” sendiri merupakan gabungan dari dua kata, yaitu “flexible” (fleksibel) dan “vegetarian”.

Lebih tepatnya, diet flexitarian adalah pola makan fleksibel yang bisa membantu kita untuk terbiasa mengurangi porsi daging dan produk hewani sementara memperbanyak sumber makanan nabati. Dengan begitu, kita akan mulai menjalani pola makan ala vegetarian sambil tetap bisa menikmati (sedikit porsi) makanan hewani.

Apa saja manfaat diet Flexitarian? Salah satunya adalah manfaat puasa untuk kesehatan jantung.

Pola makan yang bersumber dari makanan nabati telah lama dikaitkan dengan kesehatan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) yang lebih baik. Dengan diet flexitarian, kita akan memperbanyak asupan serat dan lemak baik yang sudah terbukti dapat menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah. Efeknya, pola makan tinggi serat sangat bekerja untuk menurunkan risiko penyakit jantung hingga 32 persen.

Pola makan yang tinggi serat alami dari sayur dan buah-buahan juga sudah lama dikaitkan dengan penurunan berat badan yang lebih drastis. Asupan serat juga bisa membantu kita untuk menjaga berat badan tetap ideal. Sebuah penelitian menyatakan bahwa pola makan vegetarian selama 18 minggu mampu menurunkan dua kilogram berat badan lebih banyak daripada mereka yang tidak menjalani pola makan tersebut.

Bagaimana sih cara kerja diet flexitarian?

Dalam membuat menu, ada lima kelompok bahan makanan tambahan yang harus kita masukkan ke dalamnya. Kelima kelompok ini di antaranya adalah sayur dan buah, susu dan berbagai olahannya, daging (telur, tahu, atau kacang-kacangan), gula dan aneka bumbu, bahan yang terakhir adalah gandum utuh.

Kita akan melakukan diet ini setiap hari selama lima minggu. Dalam waktu tersebut kita bisa memvariasikan menu sehat dari kelima kelompok makanan di atas agar tidak cepat bosan. Menu diet yang harus kita siapkan adalah untuk makan tiga kali sehari dan camilannya.

Dalam diet flexitarian, ada aturan penyusunan kalori yang harus kita penuhi. Aturan ini biasa dikenal dengan pola 3-4-5. Artinya, kita harus memenuhi sebanyak 300 kalori saat sarapan, sebanyak 400 kalori saat kita makan siang dan 500 kalori saat kita makan malam. Sementara itu, jumlah kalori untuk camilan kita adalah sebanyak 150 kalori dengan aturan hanya dua kali setiap hari. Jika dijumlahkan, setiap hari kebutuhan kalori tubuh adalah adalah sebesar 1500 kalori.

Informasi Penting

Baca Juga : Diet GM Membuat Berat Badan Ideal Hanya Dalam 1 Minggu Saja

Dalam menjalankan diet flexitarian, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui, yaitu:

Diet Flexitarian Mampu Menurunkan Berat Badan

Semua diet sama-sama memiliki tujuan akhir yang sama, yaitu menurunkan berat badan dengan mengurangi asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh. Tak terkecuali dengan diet flexitarian ini. Menjalankan diet ini secara teratur dan konsisten akan membuat kita tetap merasa kenyang meski hanya dengan mengonsumsi buah dan sayur-sayuran. Tentu saja, kita tetap perlu mengimbanginya dengan rutin berolahraga.

Tidak Memiliki Efek Samping Negatif untuk Tubuh

Meski masih tergolong baru, diet flexitarian ini ternyata cukup digemari oleh masyarakat di wilayah Amerika Serikat lho. Beberapa orang yang telah berhasil menjalankannya pun menuturkan bahwa tidak ada efek samping negatif yang diakobatkan karena diet ini. Jadi diet ini aman untuk dilakukan oleh siapa saja. Meskipun begitu, kita tetap harus berbicara dulu pada dokter sebelum menerapkan diet flexitarian agar lebih aman untuk menjalankan diet ini.

Jadi pada intinya adalah diet flexitarian mengharuskan kita untuk:
1.Mengkonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran segar, serta kacang dan biji-bijian yang tidak melalui banyak proses pabrikan (alami).
2.Mendapatkan sumber protein nabati dari tumbuhan, bukan dari hewan. Pastikan kita hanya mendapat asupan protein hewani hanya beberapa kali saja dalam seminggu.
3.Membatasi porsi gula, pemanis, dan makanan serta minuman manis.
4.Tipsnya, untuk memulai diet flexitarian coba dulu untuk biasakan tidak makan produk hewani dalam 2 hari pertama. Selanjutnya bisa menjadi tiga hingga empat hari tanpa daging hewani, hingga kamu berhasil bisa melewati lima hari berturut-turut tanpa makan daging hewani.

Baca Juga : Diet GM Membuat Berat Badan Ideal Hanya Dalam 1 Minggu Saja

Tertarik dengan diet ini? Selamat mencoba ya! Ingat, pastikan untuk kamu sudah berkonsultasi dengan dokter pribadimu sebelum melakukan diet ini. Lets start healthy life.